Thursday, November 24, 2011

Good Cookies

     
         Hari itu adalah hari yang dingin dan berangin. Nesta seorang wanita karir sedang duduk di ruang tunggu bandara kota itu. Ia akan berangkat ke kota lain untuk tugas kerjanya. 'Dingin sekali . .' kata Nesta. Seorang pria lalu mendekatinya dan berkata 'Boleh saya duduk?',  'Duduk saja' kata Nesta dengan nada sedikit sebal sambil menggeser tas-nya supaya lelaki itu bisa duduk.
       'Dingin begini enaknya minum kopi dengan cookies coklat... tapi aku hanya membeli cookies coklat-nya saja... lagi pula kantin kopi-nya agak jauh dari sini. semakin menyebalkan saja...' gumam Nesta dalam hatinya.
ketika ia berbalik, ia melihat sebungkus cookies coklat disamping tas-nya, tepat disebelah pria tadi duduk.
'Bagaimana bisa cookies coklat-ku ada diluar tas? rasanya belum ku keluarkan?' gumam-nya lagi dalam hati. Ia sangat terkejut ketika sang pria mengambil satu cookies itu dan memakanya. 'Astaga... Betapa tidak tau malunya lelaki ini? Ia bahkan tidak malu memakan cookies orang didepan orang tersebut?' Ia bergumam dan dengan gaya  muka juteknya ia mengambil kue tersebut dan memakanya. Layaknya ia ingin memberi syarat pada lelaki itu 'Hei itu miliku bodoh . . . Dasar tidak tau malu!'. Tapi sangat aneh karena lelaki itu hanya tersenyum simpul melihat perbuatan Nesta dan kembali mengambil satu cookies lagi. Hal ini membuat Nesta semakin naik darah, 'Oh Tuhan... Sebenarnya dimanakah rasa malu orang ini!!!!' Ia terus bergumam dalam hati sambil mengambil cookies itu satu persatu. Tapi lelaki selalu tersenyum dan mengambil cookies manis itu satu persatu juga. Sampai pada akhirnya cookies tersebut tinggal satu. 'Apa yang akan dilakukan pria tak tau malu ini yah???' lagi ia bergumam sambil menatap lelaki tersebut dalam-dalam dengan mata sombongnya. Tiba-tiba lelaki itu mengambil cookies terakhir itu, membaginya menjadi dua lalu diberikannya satu bagian untuk Nesta. Dengan wajah yang amat kesal ia mengambil cookies itu 'Untunglah pesawatku sudah tiba. Aku mau pergi dari pria menyebalkan ini'. Nesta mengambil tasnya dengan wajah muram dan pergi dengan lekas menuju pesawat. Sedangkan pria itu menunggu pesawat berikutnya.
        Setibanya ia di pesawat, Nesta lalu duduk sambil menaruh tasnya,'Dasar Lelaki tak tau malu, berani sekali . . .' ia lalu terdiam sejenak dan melihat sesuatu didalam tasnya, ' itu sepertinya . . ' ia melihat kedalam tasnya tersebut dan sangat terkejut. Ia mendapati sebungkus cookies coklat rapi didalam tasnya. Tiba-tiba ia lalu sadar, 'Ini kan cookies coklat punyaku . . . Berarti yang tadi itu bukan punyaku yah??', katanya merasa malu dan bersalah. Nesta sangat menyesal atas perbuatanya. Ia ingin sekali kembali dan meminta maaf, tetapi pesawat segera lepas landas. Ia pun menyadari perbuatanya dan menjadikan pengalaman itu sebagai guru.
       Cerita ini menyadarkan kita semua agar jangan cepat berprasangka buruk. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Hanya kita yang tidak bisa merasakan kasih dan anugrahnya karena tertutup kegelisahan, kekhawatiran, dan maksud dunia yang kosong.

No comments:

Post a Comment

Hi Every body, You can share the beauty of life here …
So give a nice comment yooo O:)